• Telepon: +62 812-9076-8808 (Indonesia)
  • +49 1577 4874730 (Germany)
  • E-mail: info@perempuanbudaya.or.id | perempuanbudayaindonesia@gmail.com
  • logo
  • logo
  • logo
Opini Image

Profile

Kami adalah sekumpulan seniman yang ingin memberikan kekuatan bagi perempuan dan budaya dalam perjuangan untuk kebaikan bersama demi dunia yang lebih baik.

We are a group of artists who aspire to empower women and culture in the struggle for the common good for a better world.

Visi

Vision

Terwujudnya masyarakat berbudaya, beradab, demokratis, berkeadilan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai-nilai pluralisme dan kesetaraan; dan pembentukan masyarakat sipil yang terbuka untuk berdialog mendukung terwujudnya visi masyarakat dunia yang damai.

The actualization of a cultured, civilized, democratic, and just society that upholds human rights, values of pluralism and equality; and the formation of an open civil society for dialogue supporting the vision of a peaceful world society.

Misi

Mission

Meningkatkan pengembangan kapasitas perempuan, masyarakat dan menjalin kerjasama dengan berbagai kelompok maupun organisasi yang memiliki visi sama serta mendorong penghormatan penegakan hak asasi manusia melalui kegiatan praktis di berbagai bidang seni dan kebudayaan sebagai gerakan budaya kemanusiaan yang berorientasi sosial.

Enhancing the development of the capacity of women and communities, forging collaborations with various groups as well as organizations that share the same vision, and encouraging respect for the enforcement of human rights through practical activities in various fields of art and culture as a socially oriented cultural movement for humanity.

Latar Belakang

Yayasan Cahaya Perempuan dan Budaya Indonesia semula bernama Lembaga Keadilan dan Perdamaian bagi Perempuan “Nur“ (LKPP-NUR). Ini adalah lembaga non-profit yang didirikan secara resmi dengan akta Notaris No: 23 / 4 Februari 2010 di Magelang, Jawa Tengah. Namun sebetulnya LKPP “Nur” sudah melakukan kegiatan sejak tahun 1999. Hal itu diawali Lena Simanjuntak bekerja sama dengan Hotline Surabaya membahas berbagai masalah kehidupan PSK (pekerja seks komersial), terutama yang berkaitan dengan isu kekerasan, dan ancaman penularan berbagai penyakit, seperti HIV/Aids. 

Setelah bekerja dengan PSK itu, bersama organisasi Hapsari Lena menangani para perempuan buruh perkebunan, petani, nelayan dan perempuan desa. Kemudian tercipta metode "teater sebagai media pendidikan dan penguatan masyarakat khususnya perempuan."

Metode ini sudah dikembangkan di berbagai daerah. Setelah dengan Hapsari di Sumatra Utara lalu juga di Yogyakarta (bekerja sama dengan Rumpun Tjut Nya Dien), Sei Lepan, Aceh (bekerja sama dengan Petani Indonesia Pengungsi Aceh/PIPA), di Aceh (korban tsunami, bekerja sama dengan Forsikal), di Poso, Sulawesi Tengah (korban konflik, bekerja sama dengan Serikat Perempuan Tanah Poso / Sepenatap), di Jakarta bekerja sama dengan Kaum Miskin Kota menangani masalah penggusuran kaum miskin, dll.        

Skala kegiatan ini semakin meluas. Di Biak kami membangun kelompok teater perempuan Papua Orchide, di Sentani, Jayapura membangun teater perempuan Asei Sentani. Metode teater itu juga dikembangkan di Gujarat India. Lalu sempat  disosialisaikan ke para pekerja migran di Hongkong. Selain itu, metode tetaer itu juga dikembangkan di Jerman di penjara lakilaki di Wuppertal, dan di Köln di penjara perempuan dan laki-laki. Dalam pertemuan international Women Playwright di Jakarta, metode itu diperkenalkan melalui pentas dan diskusi.    

Kami telah bekerja sama dengan berbagai organisasi dan kalangan masyarakat dalam menangani berbagai masalah, terutama masyarakat yang terpinggirkan dan mengalami masalah psikologis dan sosial akibat situasi konflik. Kami telah bermitra dengan berbagai lembaga dari Sumatra hingga Papua, juga dengan mitra internasional, antara lain bekerja sama dengan Misereor, Medica Mondiale, DIG / Deutsch Indonesische Gesellschaft Köln dan Schmid Stiftung

Mulai tahun 2022 kami memperluas jangkauan kerja dengan mengubah nama dan status hukum menjadi “Yayasan Cahaya Perempuan dan Budaya Indonesia” dengan akta nomor 07, 8 Juli 2022 di Magelang Jawa Tengah dan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republlik Indonesia Nomor AHU-0014759.AH.01.04. Tahun 2022.

Background

Indonesian Women and Culture Light Foundation was originally named the Justice and Peace Institute for Women “Nur” (LKPP-NUR). It is a non-profit institution officially established by Notary Act No: 23 / February 4, 2010, in Magelang, Central Java. However, LKPP “Nur” had been active since 1999. This began with Lena Simanjuntak collaborating with Hotline Surabaya to discuss various issues in the lives of commercial sex workers, especially those related to violence and the threat of various diseases, such as HIV/AIDS.

After working with the sex workers, Lena, along with the Hapsari organization, handled issues faced by female plantation workers, farmers, fishermen, and village women. This led to the creation of the method "theater as a medium for education and community empowerment, especially women."
This method has been developed in various regions. After working with Hapsari in North Sumatra, it was also implemented in Yogyakarta (in collaboration with Rumpun Tjut Nya Dien), Sei Lepan, Aceh (in collaboration with Indonesian Refugee Farmers of Aceh/PIPA), in Aceh (tsunami victims, in collaboration with Forsikal), in Poso, Central Sulawesi (conflict victims, in collaboration with the Union of Women of the Land of Poso / Sepenatap), and in Jakarta in partnership with the Kaum Miskin Kota (Urban Poor Community) to address issues of the evictions of the poor, etc.

The scale of these activities has expanded. In Biak, we established the Papua Orchide women's theater group, in Sentani, Jayapura, we created the Asei Sentani women's theater. This theater method was also developed in Gujarat, India. It was also introduced to migrant workers in Hong Kong. Furthermore, the method was implemented in men's prisons in Wuppertal, Germany, and in prisons for both women and men in Köln. During the International Women Playwright meeting in Jakarta, the method was introduced through performances and discussions.

We have collaborated with various organizations and communities to address various issues, especially marginalized communities facing psychological and social problems due to conflict situations. We have partnered with institutions from Sumatra to Papua, as well as with international partners, including cooperation with Misereor, Medica Mondiale, DIG / Deutsch Indonesische Gesellschaft Köln, and Schmid Stiftung.

Starting in 2022, we expanded our scope of work by changing our name and legal status to the “Yayasan Cahaya Perempuan dan Budaya Indonesia” (Indonesian Women and Culture Light Foundation) with Act number 07, July 8, 2022, in Magelang, Central Java, and the Decree of the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia Number AHU-0014759.AH.01.04. Year 2022.